Bidang PIAK Dinas Dukcapil Mamuju Tengah Pusat Data Kependudukan dari Lahir Hingga Meninggal

Bidang PIAK Dinas Dukcapil Mamuju Tengah Pusat Data Kependudukan dari Lahir Hingga Meninggal
 
BB – Mateng., Bidang Pencatatan Sipil dan Administrasi Kependudukan (PIAK) pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Mamuju Tengah menjadi garda terdepan dalam pengelolaan seluruh data kependudukan masyarakat. Kepala Bidang PIAK, Hasnidar, S.Pd., menjelaskan ruang lingkup tugas dan fungsi bidang tersebut sekaligus menyampaikan data tercatat hingga saat ini.
 
Bidang PIAK mengelola seluruh data kependudukan secara menyeluruh mencakup data kelahiran, pernikahan, perceraian baik cerai hidup maupun cerai mati, hingga data kematian, serta data jumlah penduduk per desa di seluruh wilayah Kabupaten Mamuju Tengah. Seluruh siklus kehidupan masyarakat tercatat dan terdokumentasi dengan tertib mulai dari kelahiran hingga kematian.
 
Hingga saat ini, jumlah penduduk Kabupaten Mamuju Tengah yang telah terdata dan tercatat secara resmi mencapai 148.635 jiwa. Pengurusan dokumen administrasi kependudukan seperti akta kelahiran, pencatatan perceraian, hingga akta kematian dapat dilakukan melalui layanan Bidang PIAK Dinas Dukcapil Mamuju Tengah.
 
Hasil penyampaian juga menegaskan pentingnya pelaporan yang cepat dan tepat waktu atas setiap peristiwa penting kependudukan seperti kelahiran dan kematian. Data yang lengkap dan akurat sangat diperlukan agar jumlah penduduk dapat dipetakan dengan benar setiap tahunnya, sehingga perencanaan pembangunan daerah dapat berjalan tepat sasaran dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat.(*34)
Share:

Wakil Ketua I DPRD Mamuju Tengah Kecam Keras Dugaan Penculikan Anak: Minta Penindakan Tegas dan Perlindungan Penuh bagi Korban

Wakil Ketua I DPRD Mamuju Tengah Kecam Keras Dugaan Penculikan Anak: Minta Penindakan Tegas dan Perlindungan Penuh bagi Korban
 
BB – Mateng., Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Mamuju Tengah, Hamka, menyampaikan keprihatinan yang mendalam dan mengecam keras dugaan tindak pidana penculikan anak berusia 13 tahun yang terjadi belakangan ini di wilayah Kabupaten Mamuju Tengah. Menurutnya, peristiwa ini bukan sekadar kejahatan kriminal, melainkan kejahatan terhadap kemanusiaan dan masa depan generasi.
 
Kepada keluarga korban, Hamka menyampaikan empati dan dukungan penuh. Ia meminta Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), serta UPTD PPA untuk segera turun ke lapangan guna memberikan perlindungan dan pendampingan psikologis kepada anak korban maupun keluarganya.
 
Hamka juga mengucapkan terima kasih kepada unsur TNI serta jajaran Kepolisian Resor Mamuju Tengah dan Polda Sulawesi Barat yang telah bergerak cepat dan berhasil mengamankan pelaku terkait kasus ini. "Kami meminta dengan hormat dan tegas agar pelaku ditindak sesuai hukum yang berlaku, bertindak cepat, profesional, dan transparan. Kasus ini harus diungkap secara terang benderang, dan pelaku dijatuhi sanksi yang setimpal," tegasnya.
 
Pihaknya juga meminta agar aparat keamanan meningkatkan intensitas patroli dan pengawasan di lingkungan sekolah, tempat ibadah, serta pada jam-jam rawan anak pulang sekolah guna menjamin rasa aman masyarakat. Hamka mengingatkan agar masyarakat tetap tenang, tidak menimbulkan kepanikan, dan tidak melakukan main hakim sendiri.

Hamka mengingatkan ketentuan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, khususnya Pasal 83, yang menyatakan pelaku penculikan anak diancam pidana paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun penjara. "Tidak ada toleransi bagi pelaku kejahatan terhadap anak," ujarnya.
 
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Mamuju Tengah untuk tidak menyebarkan foto korban secara berlebihan di media sosial, serta membantu kepolisian dengan memberikan informasi yang akurat, bukan spekulasi.
 
"Kami dari DPRD akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas dan memastikan hak-hak anak korban terpenuhi sepenuhnya," pungkas Hamka.(*34)
Share:

Serahkan Beasiswa Kuaat, Bupati Arsal Aras Pendidikan Kunci Putus Rantai Kemiskinan di Mamuju Tengah

Serahkan Beasiswa Kuaat, Bupati Arsal Aras Pendidikan Kunci Putus Rantai Kemiskinan di Mamuju Tengah
 
BB – Mateng., Bupati Kabupaten Mamuju Tengah, Dr. H. Arsal Aras, S.E., M.Si., didampingi Wakil Bupati, Dr. H. Askary, S.Sos., M.Si., menyerahkan secara langsung bantuan beasiswa Kuaat kepada siswa berprestasi di Kecamatan Budong-Budung, Kabupaten Mamuju Tengah, pada hari ini. Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat pemerintah daerah, perwakilan BPD Sulawesi Barat, para kepala sekolah, guru, orang tua, wali murid, serta anak-anak penerima manfaat.
 
Dalam arahannya, Bupati menyampaikan bahwa program beasiswa ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah daerah untuk mendukung semangat belajar generasi penerus. 

Tahun ini, sebanyak 1.143 siswa menerima bantuan beasiswa, ditambah dengan program pemulihan anak putus sekolah yang menargetkan sekitar 300 anak agar kembali mengikuti pendidikan. Selain uang beasiswa, mereka juga dibekali perlengkapan belajar berupa pakaian, tas, dan buku.
 
"Semua anak punya kesempatan yang sama tanpa terkecuali. Baik anak pejabat, anak petani, maupun anak nelayan jika berprestasi, berhak mendapatkan penghargaan dari pemerintah," ujar Bupati.
 
Bupati menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan. Melalui pendidikan yang baik, peluang kerja akan terbuka lebar dan masa depan akan lebih terjamin. Pemerintah daerah juga memperhatikan tingginya angka pernikahan dini di Mamuju Tengah, khususnya di wilayah Babana dan sekitarnya. 

Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga anak-anak agar tetap menempuh pendidikan dan tidak terburu-buru menikah di usia sekolah.
 
Bupati juga berbagi kisah perjuangan masa kecilnya yang menempuh pendidikan dengan berjalan kaki jarak jauh, sebagai inspirasi agar anak-anak tidak mudah menyerah dalam menuntut ilmu. Meski kondisi zaman dan metode pendidikan telah berubah, semangat belajar dan ketekunan tetap menjadi bekal paling berharga bagi masa depan.
 
Di akhir sambutannya, Bupati berharap dana beasiswa yang diterima benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan pendidikan dan proses belajar anak-anak, serta mengajak orang tua terus mendampingi dan memotivasi putra-putrinya untuk meraih cita-cita setinggi langit.(*34)
Share:

Tanam Harapan Masa Depan Bupati Mamuju Tengah Luncurkan Program Biasiswa Kuaat Tahun Kedua, 222 Putra-Putri Budong-Budong Terima Bantuan

Tanam Harapan Masa Depan Bupati Mamuju Tengah Luncurkan Program Biasiswa Kuat Tahun Kedua, 222 Putra-Putri Budong-Budong Terima Bantuan
 
BB – Mateng., Kecamatan Budong-Budong yang subur dan kaya akan tradisi, menjadi saksi lahirnya harapan baru bagi generasi penerus. Pada hari Kamis, 8 Oktober 2026, digelar penyerahan Program Biasiswa Kuat Tahun Anggaran 2026, sebuah bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah di bawah kepemimpinan Bupati Dr. H. Arsal Aras, S.E., M.Si., dan Wakil Bupati Dr. H. Askary, S.Sos., M.Si., dalam mendukung pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus memberikan apresiasi bagi siswa berprestasi.
 
Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan dan semangat ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mamuju Tengah, Marhuding, S.Pd., M.M., jajaran pimpinan Bank BPD Sulawesi Barat, para Kepala Sekolah, pengawas, orang tua siswa, serta seluruh masyarakat yang hadir.

Program Biasiswa Kuat memiliki dua kategori sasaran utama, Bantuan bagi siswa dari keluarga yang membutuhkan dukungan pendidikan. Apresiasi bagi siswa yang berprestasi
 
Secara rinci, penerima di Kecamatan Budong-Budong berjumlah 222 siswa, terdiri dari. Jenjang Keluarga Kurang Mampu Berprestasi Jumlah 
SD (15 Sekolah) 75 siswa 14 siswa 89 siswa 
SMP 58 siswa 15 siswa 73 siswa 
(Termasuk penambahan kuota) 222 siswa 
 
Tahun ini menjadi momen istimewa karena terjadi peningkatan nilai bantuan bagi siswa jenjang SMP, dari sebelumnya Rp450.000 menjadi Rp500.000 per siswa. Pemerintah Daerah juga menargetkan peningkatan yang lebih besar pada tahun 2027, berpotensi naik antara 50 hingga 100 persen, sebagaimana diatur dalam Peraturan Bupati Nomor 10 Tahun 2025.
 
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Marhuding, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa program ini bukan sekadar pertukaran dokumen atau angka nominal. "Biasiswa Kuat hadir sebagai penopang kokoh, peneduh, dan pendorong agar anak-anak kita berani menembus batas kemampuan mereka. Buku rekening yang kalian terima hari ini adalah tongkat estafet kehormatan, benih kepercayaan, dan restu dari seluruh masyarakat daerah ini," ujarnya.
 
Mengutip Surat Al-Mujadilah ayat 11, beliau menegaskan: "Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu." Pendidikan adalah kunci untuk mengangkat derajat dan masa depan generasi Mamuju Tengah.
 
Pesan untuk Para Penerima Beasisw "Jangan biarkan kesulitan hari ini menjadi kacamata yang mengerdilkan pemandangan masa depan kalian. Kalian adalah fondasi, kalian adalah pemilik masa depan. Di pundak kalianlah kejayaan Budong-Budong dan Mamuju Tengah akan terus bertumbuh," pesan Bupati dan Wakil Bupati yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
 
Diharapkan bantuan ini dapat meringankan beban orang tua sekaligus memotivasi para siswa untuk belajar lebih giat, berprestasi, dan kelak dapat berkontribusi memajukan daerah tercinta. Semangat belajar, tunas-tunas masa depan Budong-Budong.(*34)
Share:

Kepala Desa Kire Kebersamaan Bersedekah dan Kemandirian Kunci Kemajuan Bersama

Kepala Desa Kire Kebersamaan Bersedekah dan Kemandirian Kunci Kemajuan Bersama
BB - Mateng., Kepala Desa Kire Kecamatan Budong - Budong Kabupaten Mamuju Tengah. Irham M.S, menyampaikan arahan dan apresiasi dalam kegiatan penyerahan bantuan yang berlangsung di wilayah Desa Kire menjelang sore hari Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Baznas beserta jajaran tokoh masyarakat perwakilan kelompok ibu ibu serta warga dari beragam latar belakang yang tinggal dan berusaha bersama di desa ini
 
Mengawali sambutannya Irham M S memuji syukur ke hadirat Allah SWT atas kebersamaan yang terjalin Ia menegaskan pentingnya semangat berbagi dan kepedulian sesama sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat
 
Mari kita biasakan bersedekah sebelum keluar rumah minimal seribu rupiah Itu bukan sekadar pemberian melainkan doa agar kita semua senantiasa sehat dan diberkahi ujarnya
 
Kepala Desa juga menyampaikan berbagai perkembangan serta rencana kegiatan yaitu
 
Beberapa waktu lalu pemerintah desa telah menyalurkan bantuan kepada warga Rencana pelatihan ke Makassar belum dapat diikuti karena warga sangat sibuk mengurus perkebunan kelapa namun kesempatan serupa akan diupayakan kembali pada waktu yang lebih tepat
 
Berbagai kegiatan pemberdayaan terus berjalan termasuk kelompok ibu ibu yang kinerjanya telah menjadi teladan dan dijadikan contoh di desa desa lain
 
Pemerintah Provinsi akan memberikan bantuan berupa bibit serta perahu guna mengembangkan potensi perikanan yang tidak hanya melibatkan bapak bapak tetapi juga ibu ibu yang telah mandiri mencari nafkah ke laut
 
Warga Desa Kire terdiri dari berbagai suku dan latar belakang yaitu Jawa Bugis Mandar dan lainnya yang hidup rukun saling membantu dan membangun kemandirian bersama
 
Irham M S mengucapkan terima kasih kepada Baznas Pemerintah Daerah serta seluruh pihak yang senantiasa memperhatikan dan mendampingi masyarakat Ia berpesan agar warga menerima bantuan dengan ikhlas dan tidak saling iri karena bantuan diberikan kepada yang paling membutuhkan dengan pertimbangan yang tepat
 
Kemajuan desa ini adalah hasil kerja sama kita semua Mari jaga kebersamaan manfaatkan setiap kesempatan dan terus berusaha demi kehidupan yang lebih baik dan sejahtera pungkasnya.(*34)
Share:

Serahkan Mesin Pengolah Santan, Basnas Dorong Ekonomi Produktif dan Kemandirian Desa

Serahkan Mesin Pengolah Santan, Basnas Dorong Ekonomi Produktif dan Kemandirian Desa
 
BB — Mateng., Wakil Ketua II Bidang Keuangan dan Kerja Sama Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Mamuju Tengah, Hamsa, S.E., menyerahkan peralatan mesin pengolah santan kepada Pemerintah Desa Kire dalam acara yang berlangsung penuh kebersamaan dan doa, bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat serta menggerakkan ekonomi desa berbasis potensi lokal.
 
Dalam penyampaiannya, Hamsa menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan penyerahan program ini, yang semula direncanakan beberapa waktu lalu. Keterlambatan terjadi karena pihaknya secara khusus mencari mesin yang berkualitas dan tahan pakai, mengingat pengadaan alat serupa pada tahun dua ribu dua puluh dua dinilai belum maksimal dan mengalami kerusakan. Pencarian alat terbaik dilakukan hingga ke Surabaya saat agenda Mukhtamar NU di Jombang, demi menjamin peralatan yang diterima benar-benar bermanfaat dan awet digunakan.
 
Mesin pengolah santan ini memiliki kapasitas mampu melayani hingga tiga unit pengolahan secara bersamaan jika dioperasikan secara maksimal. Meskipun belum dilakukan uji coba langsung di lokasi karena keterbatasan ketersediaan bahan baku kelapa di sekitar, peralatan ini telah terbukti efisien di wilayah lain dan diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi warga Desa Kire.
 
“Alhamdulillah, Desa Kire menjadi salah satu desa penerima manfaat melalui gerakan Jaringan Infaq dan Sedekah. Dana yang digunakan adalah himpunan infak dan sedekah dari masyarakat, yang kami kembalikan kembali untuk kemaslahatan warga yang membutuhkan. Kami hanyalah pengelola yang mengamanahkan titipan ini kepada Anda semua,” ujar Hamsa.
 
Lebih lanjut, pihaknya memaparkan tiga pilar pendampingan ekonomi yang akan didorong bersama pemerintah desa: penyediaan informasi peluang usaha, pemberian akses permodalan dan peralatan, serta penguatan pemasaran produk. Ke depannya, Basnas juga merencanakan pembentukan Rumah Kreatif sebagai pusat pengumpulan, pengembangan, sekaligus pemasaran hasil karya warga, agar produk unggulan desa dikenal luas dan memiliki nilai jual yang layak.
 
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya membawa manfaat ekonomi saat ini, tetapi melahirkan kemandirian warga serta membuka peluang usaha lain yang berkelanjutan di masa mendatang. (*34)
Share:

BAZNAS Mamuju Tengah Alihkan Fokus Penyaluran Bantuan ke Pola Produktif, Tingkatkan Kemandirian Ekonomi Masyarakat

BAZNAS Mamuju Tengah Alihkan Fokus Penyaluran Bantuan ke Pola Produktif, Tingkatkan Kemandirian Ekonomi Masyarakat
 
BB – Mateng., Ketua Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Mamuju Tengah, Kamsul, S.Sos., menyampaikan perubahan arah kebijakan penyaluran bantuan yang kini semakin mengutamakan sifat produktif dibandingkan pola konsumtif semata. Hal ini disampaikan dalam kegiatan penyerahan bantuan yang berlangsung di wilayah Kabupaten Mamuju Tengah.
 
Kamsul menjelaskan, pada awal pelaksanaan penyaluran bantuan, sasarannya lebih banyak bersifat konsumtif. Namun seiring berjalannya waktu, BAZNAS Mamuju Tengah menggeser fokus bantuan menuju pemberian alat dan sarana pendukung usaha yang dapat meningkatkan kemampuan produksi masyarakat secara berkelanjutan.
 
"Sebelumnya, mungkin produksi minyak yang dikelola ibu-ibu usaha rumahan hanya mencapai sekitar lima liter atau sepuluh botol per hari. Dengan adanya bantuan alat produksi ini, kapasitas tersebut diharapkan dapat meningkat secara signifikan," ujar Kamsul.
 
Ia berharap para penerima bantuan dapat memanfaatkan sarana yang telah diberikan secara maksimal agar tujuan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan keluarga dapat tercapai.
 
Kamsul juga menegaskan bahwa BAZNAS hanya diberi amanah untuk menyalurkan dana, sehingga keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi dan kerja keras masyarakat. Ia turut mengapresiasi gerakan swadaya masyarakat berupa tabungan seribu rupiah yang digagas dari rumah ke rumah, yang dinilai tetap berjalan baik hingga saat ini.
 
Kegiatan pemberdayaan ekonomi tersebut, lanjutnya, lahir dari sinergi yang kuat antara pemerintah desa dan kelompok masyarakat, khususnya kelompok ibu-ibu penggiat usaha. Kamsul menilai semangat dan inovasi yang tumbuh di lingkungan tersebut patut dijadikan teladan bagi daerah lain.
 
"Kami berharap kepemimpinan yang ada saat ini dapat terus mengabdi dan memimpin untuk lima hingga enam tahun ke depan, mengingat kinerja dan dedikasi yang telah dirasakan langsung oleh masyarakat," tambahnya.
 
Kamsul menekankan bahwa kinerja dan eksistensi para pemangku kepentingan di tingkat desa tidak perlu diragukan lagi, terbukti dari kerja nyata yang berdampak langsung pada peningkatan taraf hidup masyarakat.(*34)
Share: