Pembangunan Rumah Sakit Mamuju Tengah, Wujud Komitmen Tingkatkan Akses dan Kualitas Kesehatan

Pembangunan Rumah Sakit Mamuju Tengah, Wujud Komitmen Tingkatkan Akses dan Kualitas Kesehatan

BB - Mateng., Pembangunan Rumah Sakit di Kabupaten Mamuju Tengah menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan serta memperluas akses kesehatan bagi seluruh masyarakat setempat. Fasilitas kesehatan yang memadai, modern, dan profesional merupakan kebutuhan mendasar yang telah lama diharapkan oleh warga Mamuju Tengah.

Wakil Ketua I DPRD Mamuju Tengah, Hamka, menyampaikan harapan dan doa agar seluruh proses pembangunan rumah sakit ini dapat berjalan lancar, aman, dan selesai tepat waktu. Ke depannya, rumah sakit ini diharapkan dapat menjadi pusat pelayanan kesehatan yang mengutamakan nilai kemanusiaan, kecepatan penanganan, ketepatan diagnosis, serta keramahan dalam melayani setiap pasien.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Mamuju Tengah, Kepala Dinas Kesehatan, serta semua pihak yang telah mencurahkan tenaga, pikiran, dan dukungan agar harapan masyarakat ini segera terwujud,” ujar Hamka.

Ia juga menekankan beberapa hal penting terkait pelaksanaan proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan nilai cukup besar dan dikerjakan oleh kontraktor PP. Sejalan dengan arahan Bupati, Hamka berharap agar tenaga kerja yang terlibat sebanyak mungkin berasal dari warga lokal. Selain itu, pengawasan yang ketat diperlukan guna memastikan hasil pembangunan memiliki kualitas yang memuaskan dan sesuai standar.

Dengan adanya rumah sakit ini, diharapkan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat dapat terpenuhi. Selama ini, warga yang memerlukan penanganan lanjutan harus dirujuk ke rumah sakit di luar daerah. Ke depannya, proses penanganan medis dapat dilakukan secara langsung di Mamuju Tengah, sehingga lebih efisien dan meringankan beban masyarakat.(*34)

Share:

Pembangunan Gedung Baru RSUD Mamuju Tengah, Tingkatkan Layanan Kesehatan Hingga Penanganan Penyakit Kompleks

Pembangunan Gedung Baru RSUD Mamuju Tengah, Tingkatkan Layanan Kesehatan Hingga Penanganan Penyakit Kompleks
 
BB - Mateng., Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah secara resmi memulai pembangunan Gedung Pelayanan Kesehatan Terpadu dan Khusus (PHTC) di lingkungan RSUD Mamuju Tengah. Acara ini dihadiri oleh unsur pimpinan daerah, jajaran instansi terkait, kontraktor, konsultan pengawas, tenaga medis, serta perwakilan masyarakat dan media.
 
Kepala Dinas Kesehatan sekaligus Plt Direktur RSUD Mamuju Tengah, Setya Bero, menyampaikan proses perencanaan pembangunan ini berlangsung cukup panjang dan melewati berbagai tahapan. Setelah melalui peninjauan lokasi, koordinasi dengan Kementerian Kesehatan hingga persetujuan akhir, proyek ini akhirnya dapat direalisasikan. Pembangunan ditargetkan selesai dalam waktu singkat, dengan harapan dapat beroperasi optimal sebelum pergantian tahun.
 
Dengan hadirnya proyek ini, diperkirakan sekitar 300–400 tenaga kerja akan terlibat, sehingga turut mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di Mamuju Tengah.
 
RSUD Mamuju Tengah sendiri telah berdiri sejak tahun 2013, ditetapkan sebagai RSUD pada 2014, meraih akreditasi paripurna pada 2025, dan berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) tipe D sejak 2024. Memiliki luas bangunan 8.596 m² di atas lahan seluas 16.199 m² dengan 167 tempat tidur, rumah sakit ini terus mengalami peningkatan jumlah pasien hingga 20–43% setiap tahunnya. Pada 2025, pendapatan rumah sakit mencapai Rp25,9 miliar, melebihi target yang ditetapkan.
 
Pembangunan gedung baru ini bertujuan untuk meningkatkan status rumah sakit menjadi tipe C, sehingga mampu menangani penyakit kompleks seperti kanker, jantung, stroke, serta gangguan ginjal dan saluran kemih. Ke depannya, akan dipenuhi tenaga spesialis yang dibutuhkan, serta diatur tata kelola yang lebih baik, termasuk penyediaan tempat khusus bagi pelaku UMKM agar mendukung kenyamanan pengunjung dan menambah sumber pendapatan rumah sakit.
 
Diharapkan dengan adanya fasilitas baru ini, visi daerah sebagai kawasan agropolitan yang maju dapat terwujud, didukung oleh layanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau bagi seluruh masyarakat.(*34)
Share:

Syukuran Dimulainya Pembangunan RS di Mamuju Tengah Lewati Berbagai Tantangan, Bangun di Lokasi Terbaik dengan Standar Tinggi

Syukuran Dimulainya Pembangunan RS di Mamuju Tengah Lewati Berbagai Tantangan, Bangun di Lokasi Terbaik dengan Standar Tinggi
 
BB - Mateng., 23 Juni 2026. Bupati Mamuju Tengah, Dr. H. Arsal Aras, SE., M.Si., memimpin acara syukuran sekaligus penandaan dimulainya pembangunan Rumah Sakit di wilayah PC. Kegiatan ini menjadi tonggak sejarah penting bagi upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat setempat.
 
Dalam sambutannya, Bupati Arsal Aras menyampaikan bahwa proses persiapan pembangunan rumah sakit ini tidak berjalan mudah dan sempat menimbulkan berbagai perbincangan. 
Awalnya, lokasi pembangunan direncanakan di Tabolang, kemudian dipindahkan ke Polohu, dan akhirnya ditetapkan kembali berada di lingkungan rumah sakit yang ada sekarang.
 
“Perjalanan penentuan lokasi ini cukup menantang. Bahkan dalam koordinasi dengan Kementerian Kesehatan, kami sempat diundang ke Jakarta, namun pertemuan tatap muka tidak dapat dilaksanakan, sehingga pembahasan akhirnya dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom,” ungkapnya.
 
Ia menambahkan, Kementerian Kesehatan memberikan panduan agar pembangunan tidak dimulai dari nol, melainkan memanfaatkan dan mengembangkan kawasan rumah sakit yang sudah ada. Setelah dilakukan kajian teknis dan survei lapangan oleh tim perencana dari Universitas Hasanuddin, disepakati bahwa lokasi saat ini adalah yang paling tepat, dengan luas bangunan yang direncanakan mencapai sekitar 7.000 meter persegi.
 
Terkait kondisi tanah setempat yang berupa lahan gambut dengan kedalaman tanah keras baru tercapai di kisaran 20–30 meter, Bupati menyampaikan bahwa pemerintah pusat menjamin sepenuhnya pembiayaan, termasuk untuk konstruksi fondasi yang memadai. Meskipun sempat mempertimbangkan pemindahan lokasi demi menghindari risiko kerusakan bangunan akibat kondisi tanah, keputusan tetap dipertahankan setelah mendapat kepastian pendanaan dan metode pengerjaan yang aman.
 
“Kami meminta kontraktor menerapkan standar kualitas terbaik. Pengalaman pembangunan gedung lain di wilayah ini mengingatkan kita agar berhati-hati, namun dengan teknologi dan metode terbaru yang digunakan, serta tanggung jawab penuh dari pemerintah pusat, kami yakin hasilnya akan kuat dan aman,” tegasnya.
 
Proyek ini dikerjakan oleh BUMN terpercaya, PT PP (Persero) Tbk., yang dikenal memiliki rekam jejak kualitas pembangunan yang baik di seluruh Indonesia. Selain membangun fasilitas kesehatan yang memadai, pembangunan ini juga diharapkan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, dengan membuka kesempatan kerja dan keterlibatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat yang memenuhi syarat.
 
Bupati berharap, setelah selesai dibangun, rumah sakit ini dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan secara signifikan. Ke depannya, diharapkan rujukan pasien dari puskesmas-puskesmas sekitar tidak perlu lagi dilakukan ke luar daerah, melainkan dapat ditangani langsung di rumah sakit ini.
 
“Semoga fasilitas baru ini benar-benar memberikan manfaat nyata, menjawab kebutuhan masyarakat, dan menjadi sarana kesehatan yang andal serta berkualitas tinggi,” pungkasnya.(*34)
Share:

MAHASISWA UT MAMUJU TENGAH BERASAL DARI BERBAGAI KALANGAN MASYARAKAT


MAHASISWA UT MAMUJU TENGAH BERASAL DARI BERBAGAI KALANGAN MASYARAKAT
 
BB - Mateng., 20 Juni 2026
Sebanyak 519 orang terdaftar sebagai mahasiswa Universitas Terbuka (UT). Mereka berasal dari berbagai kalangan, antara lain lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA), baik yang baru tamat maupun yang sudah bekerja, serta ada juga yang menjabat sebagai kepala desa dari berbagai wilayah.
 
Masa studi untuk meraih gelar Sarjana di UT ditempuh selama 8 semester. Saat ini, mahasiswa yang mengikuti kegiatan berada pada tingkat semester yang bervariasi, mulai dari semester 2, semester 4, hingga semester terakhir yaitu semester 8.
 
Harapannya, seluruh mahasiswa dapat memperoleh nilai kelulusan yang baik dan nantinya menjadi sarjana yang berkualitas serta mampu mengabdi kepada bangsa, negara, dan masyarakat.
 
Untuk pelaksanaan ujian, UT menggunakan dua sistem, yaitu ujian berbasis kertas dan ujian berbasis daring.
 
Pimpinan Salut Kayu Mangiwan Mamuju Tengah
Mahmud, S.Pd., M.Pd. (*34)
 
Share:

SOSIALISASI HAK, KEWAJIBAN DAN PROSEDUR PELAYANAN KESEHATAN DI DESA TAPPILINA

SOSIALISASI HAK, KEWAJIBAN DAN PROSEDUR PELAYANAN KESEHATAN DI DESA TAPPILINA
 
BB - Mateng., Desa Tappilina, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat. Dihadiri oleh: Kepala Desa Tappilina Bapak Asrar serta warga masyarakat
 
Penyampaian dimulai dengan sambutan pembuka yang menyampaikan bahwa kegiatan ini diselenggarakan untuk memberikan pemahaman kepada seluruh warga mengenai hak, kewajiban, serta prosedur pelayanan kesehatan. Acara juga akan dilanjutkan dengan membuka layanan langsung bagi warga yang membutuhkan, setelah sebelumnya jumlah peserta dan kebutuhan layanan telah diperhitungkan bersama pihak desa.
 
Penyampai materi menyampaikan bahwa kegiatan ini bukanlah kebetulan semata, melainkan merupakan hak setiap warga untuk mendapatkan penjelasan yang jelas mengenai jaminan sosial dan pelayanan kesehatan. Materi yang dibahas meliputi hak dan kewajiban peserta, ketentuan kesepakatan, tata cara pelayanan, serta hal-hal terkait bidang kesehatan.
 
Secara hukum, penyelenggaraan jaminan sosial ini telah diatur dalam peraturan perundang-undangan, yang menegaskan bahwa jaminan sosial merupakan hak setiap warga negara sekaligus kewajiban yang harus dipenuhi oleh negara. Seluruh materi yang disampaikan juga akan dicantumkan dalam buku panduan agar dapat dipelajari kembali oleh warga.
 
Di akhir penyampaian, disampaikan pula pertanyaan konfirmasi kepada warga untuk memastikan keterlibatan dan pemahaman bersama terkait materi yang disampaikan. (*34)
Share:

Tingkatkan Sinergi Lintas Sektor, DP3AP2KB Dorong Penurunan Angka Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Tingkatkan Sinergi Lintas Sektor, DP3AP2KB Dorong Penurunan Angka Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak
 
BB - Mateng., Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggelar kegiatan yang bertujuan memperkuat kerjasama lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
 
Sekretaris sekaligus Pelaksana Tugas (Plt.) DP3AP2KB, Lukman, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan melalui Bidang Pemberdayaan Perempuan. 

Kegiatan ini bukan sekadar inovasi, melainkan upaya nyata untuk menyatukan seluruh pemangku kepentingan dalam satu komitmen bersama.
 
Dalam pertemuan yang berlangsung, dihadiri oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, perwakilan kecamatan, puskesmas, perguruan tinggi beserta mahasiswa, serta tokoh masyarakat. Kehadiran unsur lintas sektor ini menjadi kunci utama agar program dapat menjangkau hingga ke tingkat akar rumput.
 
Lukman menyampaikan harapannya: “Melalui kerjasama lintas sektor ini, kita berharap angka kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat terus ditekan. Kita menyadari bahwa kasus ini masih cukup tinggi, sehingga dibutuhkan langkah nyata dan sinergi dari semua pihak untuk mengatasinya.”
 
Selanjutnya, seluruh peserta diimbau untuk kembali ke daerah masing-masing dan menyebarluaskan informasi serta mengedukasi masyarakat mengenai cara mencegah serta menangani kasus kekerasan. 
Lebih lanjut. Diharapkan dengan adanya sosialisasi yang berkelanjutan, kesadaran masyarakat akan meningkat dan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak dapat terwujud.
 
Kabid DP3AP2kb Nur. Kegiatan ini ditutup dengan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi aktif, serta harapan agar sinergi yang terjalin dapat terus berlanjut demi melindungi hak dan keselamatan perempuan serta anak.(*34)
Share:

Sosialisasi Persiapan Purna Bakti BKD Mateng Sapa 173 Calon Pensiun 2026–2028

Sosialisasi Persiapan Purna Bakti BKD Mateng Sapa 173 Calon Pensiun 2026–2028
 
BB - Mateng., Kepala BKD Mateng, Dr. Hasanuddin HW, S.Ag., M.Si., memimpin sosialisasi persiapan pensiun pagi ini. Ia mengajak peserta bersyukur atas kesehatan dan kesempatan berkumpul.
 
Kegiatan ini ditujukan bagi 173 pegawai yang akan memasuki masa purna bakti pada tahun 2026, 2027, dan 2028. Hasanuddin menjelaskan pentingnya persiapan matang, pemahaman hak dan kewajiban, serta peraturan terbaru sebelum berhenti bekerja.
 
Selain menjamin hak pegawai terpenuhi, tersedia pula program pendampingan agar peserta tetap produktif setelah pensiun. Sosialisasi ini diharapkan memberikan bekal jelas menghadapi babak baru kehidupan pasca pengabdian.(*34)
Share: